Lima Cara Unik Merangsang Ide

Tak perlu minder jika pikiran Anda sering mendadak buntu saat sedang mengerjakan sesuatu. Bahkan, seniman hebat pun pernah melakukannya. Penyair besar abad ke-18, Friedrich Schiller, suka mencium apel busuk di tangannya saat itu terjadi. Ide pun bisa muncul tiba-tiba di kepalanya.

Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk membangkitkan inspirasi. Ada yang melakukan olah raga ringan, mendengarkan musik, dan sebagainya. Mengutip Huffington Post, berikut lima cara unik yang bisa Anda terapkan saat “serangan” buntu mendadak itu datang.

Percayakan pada hidung
Yang dilakukan Schiller sebenarnya bisa dicoba. Memercayakan kreativitas mengalir melalui udara yang dihirup hidung Anda. Sebuah studi mengungkapkan bahwa saat otak tak bekerja, hidung bisa menjadi “asistennya”. Aroma-aroma tertentu dipercaya menambah daya kreativitas Anda.

Rosemary misalnya, bisa meningkatkan konsentrasi dan berdampak pada kinerja kognitif. Kayu manis dan vanili juga bisa digunakan sebagai jawaban atas buntunya sisi kreatif otak Anda.

Lakukan sesuatu yang monoton

Jangan terlalu kejam memperlakukan pekerjaan yang Anda anggap monoton. Di sana lah sesungguhnya ide terbaik ditemukan. Sebuah studi pada 2012 mengungkapkan, terus-terusan melakukan pekerjaan tanpa berpikir, justru bisa membuat imajinasi Anda mengembara.

Penelitian itu berspekulasi, alam bawah sadar dapat meningkatkan pemikiran kreatif. Jadi, tak perlu mengeluhkan pekerjaan yang tak menarik. Gregor Mendel, ilmuwan Jerman yang menemukan teori baru genetika dahulunya bekerja sebagai penghitung biji kacang dan lebah madu.

Matikan televisi

Menonton televisi memang terkadang menimbulkan inspirasi. Tapi, percaya lah, kebanyakan menonton televisi tidak membuat Anda lebih pintar. Tontonan hiburan bahkan terkadang membodohi Anda. Sebab, menonton aksi tertentu dapat merangsang pemikiran dan tindakan yang sama.

Namun, ini tak selalu berarti negatif. Anda bisa memanfaatkan rangsangan itu dengan melakukan sesuatu yang lebih cerdas. Misalnya, membaca buku atau majalah. Aktivitas ini bisa membuat otak Anda lebih terangsang daripada sekadar menonton televisi.

Sediakan catatan di kamar mandi

Jangan jauhkan catatan Anda dari kamar mandi. Ini bukan mitos, banyak ide cemerlang muncul saat Anda berada di kamar mandi. Sayangnya, semudah Anda melangkah atau mengeringkan tubuh dengan handuk, secepat itu pula ide itu menguap.

Karenanya, terapkan lah tips dari Austin Kleon, penulis Steal Like an Artist. Ia biasa menyediakan catatan anti air di kamar mandinya. Ketika sewaktu-waktu ide cemerlang muncul, ia hanya perlu meninggalkan sejenak aktivitas mandinya dan menyambar catatan itu.

Menulis dengan tangan

Sekarang, memang zamannya teknologi. Semua ditulis dengan komputer atau telepon genggam. Tapi, jangan sampai Anda tak lagi terbiasa menulis dengan tangan. Sebab, menulis tangan lebih bisa mematri ide-ide di dalam kepala Anda.

Virginia Berninger, profesor psikologi pendidikan di University of Washington menjelaskan, menulis dengan tangan lebih merangsang daya kerja otak dan memori dibandingkan mengetik. Menulis dengan tangan juga bisa mengeluarkan Anda dari rutinitas. Suara hentakan keyboard dan keypad punya efek psikologis yang membekap aura kreatif Anda.

Advertisements

5 Makanan Pengikis Kolesterol Usai Lebaran

Menu-menu khas lebaran memang sulit ditolak. Opor ayam dengan santan kental, gulai kambing beraroma khas, sambal goreng dengan potongan hati sapi, atau yang lainnya. Tak heran jika banyak yang mengeluhkan kenaikan berat, kolesterol, atau juga hipertensi pasca lebaran.

 

Bila Anda juga mengalami masalah ini, artinya tubuh sudah terkontaminasi racun makanan. Untuk menetralisir racun dan terutama lemak peningkat kolesterol tubuh, Anda perlu mengonsumsi buah dan sayur ini untuk detoksifikasi.

 

 

Lemon

 

 

Ingin tahu kehebatan lemon untuk tubuh? Para ahli menyebut bahwa kulit lemon bertindak sebagai detoksifikasi alami. Sedangkan air perasannya mampu membersihkan darah, menyegarkan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, dan memberi asupan vitamin C untuk melawan virus.

 

 

Apel

 

 

Pektin, jenis serat pada apel sangat dianjurkan selama proses pembersihan tubuh, bahkan toksin yang sudah terakumulasi sekalipun. Anda dapat mencampurkan potongan apel dengan buah yang lain sebagai salad, atau membuat jus segar tanpa gula. Dilansir iVillage, ahli gizi dan konsultan holistik di San Fransisco, Mike Nguyen mengatakan bahwa semakin banyak kita mengonsumsinya, semakin cepat racun terbuang.

 

 

Bawang putih

 

 

Tak hanya menyehatkan jantung dan meningkatkan kekebalan tubuh, senyawa sulfur bawang putih juga membantu detoksifikasi racun yang bersarang dalam tubuh. Proses menetralkan racun ini disebut dengan sulfasi. Nguyen menyarankan Anda untuk mengonsumsi 2-3 siung bawang putih untuk hasil maksimal.

 

 

Asparagus

 

 

Sayur yang biasa disajikan untuk sup hangat ini ternyata juga bisa mengeluarkan racun dari tubuh. Para ahli gizi menyebutnya sebagai obat alami yang kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang melindungi organ hati dan kebersihan darah.

 

 

Brokoli

 

Saat dicerna, brokoli akan melepaskan antioksidan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pembersihan racun dalam darah. Brokoli juga mengandung vitamin C, K, A, serat, dan folat yang mampu mengatasi masalah peradangan dalam tubuh.

Insomnia? Atasi dengan Tidur di Luar Ruangan

Sering mengalami kesulitan tidur? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena Anda terlalu banyak terpapar cahaya lampu listrik. Dalam jurnal Current Biology, para ilmuwan dari University of Colorado di Boulder mengatakan bahwa kehidupan modern yang dekat dengan teknologi memungkinkan orang menjadi kurang istirahat. Ini terjadi sejak kesediaan listrik pada 1930-an.

Solusi untuk mengatur ulang jam biologis adalah: berkemah. Para ilmuwan melakukan penelitiannya pada delapan orang relawan mengenai ritme biologis dari mulai Matahari terbit hingga tenggelam.
Dari hormon melatonin, yakni hormon yang mengatur ritme biologis, para peneliti menemukan bahwa eksposur cahaya buatan menyebabkan penundaan tidur sekitar dua jam setiap harinya.
Para ilmuwan kemudian meminta relawan untuk berkemah selama satu pekan. Peserta dilarang membawa peralatan elektronik sumber cahaya. Mereka hanya mengandalkan api unggun untuk penerangan di malam hari.
“Mereka semua kembali pada jam biologis normal. Awalnya bergeser sedikit demi sedikit. Dari mulai tidur tengah malam, hingga tidur dalam jam normal,” kata Prof Kenneth Wright dari University of Colorado di Boulder seperti dikutip BBC.

Lebih lanjut, Wright mengatakan bahwa penerangan modern dan pola hidup yang menghindari paparan Matahari berkontribusi pada gangguan sulit tidur, yang mengakibatkan berkurangnya konsentrasi di pagi hari.

Gangguan Bipolar, Begini Cara Pengobatannya

Bipolar disorder adalah penyakit psikologi yang ditandai dengan perubahan mood atau alam perasaan yang sangat ekstrem, berupa depresi dan mania. Penyandang bipolar juga akan menderita perubahan energi dan perilaku yang begitu cepat.

Suasana hati para penderita dapat berganti secara tiba-tiba, antara dua kutub atau bipolar yang berlawanan: kebahagiaan, disebut mania, dan kesedihan atau depresi. Perubahan itu terjadi secara ekstrem.

Menurut dokter kesehatan mental, dr Nurmiati Amir SpKJ, para penderita bipolar sekilas akan terlihat sama dengan orang-orang yang sehat dan normal. Mereka bisa pintar dan memiliki pekerjaan yang sama dengan orang normal. Namun, para penderita bipolar ini mood-nya lebih sering berganti.

Untuk pengobatannya, kata Nurmiati, ada beberapa cara. “Seperti dengan obat, edukasi, psikoterapi, dan electroconvulsive therapy atau ECT,” kata Nurmiati di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin, 25 Februari 2013.

Pasien bipolar disorder yang meminum obat dapat menekan suasana hatinya hingga tak berubah secara drastis. Obat itu, Nurmiati mengatakan, bisa membuat kimia otak penderita kembali normal. “Sehingga emosi yang diatur agar lebih tenang.”

Sebagai penyakit, bipolar adalah gangguan yang kompleks. Bahkan, hingga sekarang belum ada solusi sempurna untuk penanganannya. Dengan demikian, diperlukan kerja keras pasien serta dokter untuk menjaga kestabilan mood. “Dengan mengedukasi penderita dan keluarga soal dasar pencetusan perubahan mood, suasana hati yang stabil akan lebih mudah dicapai,” ujar Nurmiati.

Edukasi yang diberikan dokter ke pasien bipolar disorder berupa anjuran memperbaiki gaya hidup, di antaranya  tidur teratur, mengatasi stresor, dan tidak menggunakan alkohol. Sedangkan psikoterapi berguna agar pasien mengerti cara terbaik berhubungan dengan keluarga, pasangan, serta masyarakat.

Hingga kini, Nurmiati melihat masih banyak tantangan yang dihadapi penderita bipolar agar bisa sembuh. Misalnya, pengetahuan pasien yang minim tentang penyakit ini, ketidakpatuhan pasien pada nasihat dokter, atau adanya penyakit fisik maupun psikiatrik yang menyertai bipolar. “Yang paling besar tantangannya adalah pasien yang malas mengkonsumsi obat,” katanya.

BIPOLAR DISORDER

Bipolar disorder adalah jenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim.

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Dahulu, penyakit ini disebut dengan “manic-depressive”. Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai mania atau, jika ringan, hypomania . Individu yang mengalami episode manik juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Episode ini biasanya dipisahkan oleh periode “normal” suasana hati (mood) , tetapi, dalam beberapa depresi, individu dan mania mungkin berganti dengan sangat cepat, yang dikenal sebagai “rapid-cycle”. Manic episode Ekstrim kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi .Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik. Gangguan tersebut telah dibagi menjadi bipolar I , bipolar II, cyclothymia , dan jenis lainnya, berdasarkan sifat dan pengalaman tingkat keparahan episode mood; kisaran sering digambarkan sebagai spektrum bipolar.

Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis (biasa terdiagnosis sebagai skizofrenia). Gangguan jiwa bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Resiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi. Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar.

Tanda dan gejala Bipolar Disorder

Bipolar disorder dapat terlihat sangat berbeda pada orang yang berbeda. Gejala bervariasi dalam pola mereka, keparahan, dan frekuensi. Beberapa orang lebih rentan terhadap baik mania atau depresi, sementara yang lain bergantian sama antara dua jenis episode. Beberapa gangguan mood sering, sementara yang lain hanya mengalami sedikit selama seumur hidup.

Ada empat jenis mood episode dalam Bipolar Disorder: mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis mood episode bipolar disorder memiliki gejala yang unik.

a.Tanda dan Gejala Mania
Gejala-gejala dari tahap mania bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Gembira berlebihan
  2. Mudah tersinggung sehingga mudah marah
  3. Merasa dirinya sangat penting
  4. Merasa kaya atau memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain
  5. Penuh ide dan semangat baru
  6. Cepat berpindah dari satu ide ke ide lainnya
  7. Seperti mendengar suara yang orang lain tak dapat mendengar
  8. Nafsu seksual meningkat
  9. Menyusun rencana yang tidak masuk akal
  10. Sangat aktif dan bergerak sangat cepat
  11. Berbicara sangat cepat sehingga sukar dimengerti apa yang dibicarakan
  12. Menghamburkan uang
  13. Membuat keputusan aneh dan tiba-tiba, namun cenderung membahayakan
  14. Merasa sangat mengenal orang lain
  15. Mudah melempar kritik terhadap orang lain
  16. Sukar menahan diri dalam perilaku sehari-hari
  17. Sulit tidur
  18. Merasa sangat bersemangat, seakan-akan 1 hari tidak cukup 24 jam

b.Tanda dan Gejala Hypomania

Hypomania adalah bentuk kurang parah mania. Orang-orang dalam keadaan hypomanic merasa gembira, energik, dan produktif, tetapi mereka mampu meneruskan kehidupan mereka sehari-hari dan mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Untuk yang lain, mungkin tampak seolah-olah orang dengan hypomania hanyalah dalam suasana hati yang luar biasa baik. Namun, hypomania dapat menghasilkan keputusan yang buruk yang membahayakan hubungan, karier, dan reputasi. Selain itu, hypomania sering kali dapat “naik kelas” untuk mania penuh dan terkadang dapat diikuti oleh episode depresi besar.

Tahap hipomania mirip dengan mania. Perbedaannya adalah penderita yang berada pada tahap ini merasa lebih tenang seakan-akan telah kembali normal serta tidak mengalami halusinasi dan delusi. Hipomania sulit untuk didiagnosis karena terlihat seperti kebahagiaan biasa, tapi membawa resiko yang sama dengan mania.Gejala-gejala dari tahap hipomania bipolar disorder adalah sebagai berikut: 1. Bersemangat dan penuh energi, muncul kreativitas. 2. Bersikap optimis, selalu tampak gembira, lebih aktif, dan cepat marah. 3. Penurunan kebutuhan untuk tidur.

c. Tanda dan Gejala Depresi Bipolar

Gejala-gejala dari tahap depresi bipolar disorder adalah sebagai berikut:

  1. Suasana hati yang murung dan perasaan sedih yang berkepanjangan
  2. Sering menangis atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas
  3. Kehilangan minat untuk melakukan sesuatu
  4. Tidak mampu merasakan kegembiraan
  5. Mudah letih, tak bergairah, tak bertenaga
  6. Sulit konsentrasi
  7. Merasa tak berguna dan putus asa
  8. Merasa bersalah dan berdosa
  9. Rendah diri dan kurang percaya diri
  10. Beranggapan masa depan suram dan pesimistis
  11. Berpikir untuk bunuh diri
  12. Hilang nafsu makan atau makan berlebihan
  13. Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  14. Sulit tidur, bangun tidur lebih awal, atau tidur berlebihan
  15. Mual, mulut kering, Susah BAB, dan terkadang diare
  16. Kehilangan gairah seksual
  17. Menghindari komunikasi dengan orang lain

Hampir semua penderita bipolar disorder mempunyai pikiran tentang bunuh diri dan 30% diantaranya berusaha untuk merealisasikan niat tersebut dengan berbagai cara.

d. Tanda dan Gejala Episode Campuran

Sebuah episode bipolar disorder campuran dari kedua fitur gejala mania atau hypomania dan depresi. Tanda-tanda umum episode campuran termasuk depresi dikombinasikan dengan agitasi, iritabilitas, kegelisahan, insomnia, distractibility, dan pikiran berlomba (Flight of idea). Kombinasi energi tinggi dan rendah membuat suasana hati (mood) penderita beresiko yang sangat tinggi untuk bunuh diri.

Dalam konteks bipolar disorder, episode campuran (mixed state) adalah suatu kondisi dimana tahap mania dan depresi terjadi bersamaan. Pada saat tertentu, penderita mungkin bisa merasakan energi yang berlebihan, tidak bisa tidur, muncul ide-ide yang berlal-lalang di kepala, agresif, dan panik (mania). Akan tetapi, beberapa jam kemudian, keadaan itu berubah menjadi sebaliknya. Penderita merasa kelelahan, putus asa, dan berpikiran negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi bergantian dan berulang-ulang dalam waktu yang relatif cepat. Alkohol, narkoba, dan obat-obat antipedresan sering dikonsumsi oleh penderita saat berada pada epiode ini. Mixed state bisa menjadi episode yang paling membahayakan penderita bipolar disorder. Pada episode ini, penderita paling banyak memiliki keinginan untuk bunuh diri karena kelelahan, putus asa, delusion, dan hallucination. Gejala-gejala yang diperlihatkan jika penderita akan melakukan bunuh diri antara lain sebagai berikut. 1. Selalu berbicara tentang kematian dan keinginan untuk mati kepada orang-orang di sekitarnya. 2. Memiliki pandangan pribadi tentang kematian. 3. Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan alkohol. 4. Terkadang lupa akan hutang atau tagihan seperti; tagihan listrik, telepon. Penderita yang mengalami gejala-gejala tersebut atau siapa saja yang mengetahuinya sebaiknya segera menelepon dokter atau ahli jiwa, jangan meninggalkan penderita sendirian, dan jauhkan benda-benda atau peralatan yang beresiko dapat membahayakan penderita atau orang-orang disekelilingnya.

Faktor Penyebab Bipolar Disorder

 

  • Genetik

Gen bawaan adalah faktor umum penyebab bipolar disorder. Seseorang yang lahir dari orang tua yang salah satunya merupakan pengidap bipolar disorder memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15%-30% dan bila kedua orang tuanya mengidap bipolar disorder, maka 50%-75%. anak-anaknya beresiko mengidap bipolar disorder. Kembar identik dari seorang pengidap bipolar disorder memiliki resiko tertinggi kemungkinan berkembangnya penyakit ini daripada yang bukan kembar identik. Penelitian mengenai pengaruh faktor genetis pada bipolar disorder pernah dilakukan dengan melibatkan keluarga dan anak kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10-15% keluarga dari pasien yang mengalami gangguan bipolar disorder pernah mengalami satu episode gangguan mood.

 

  • Fisiologis

1. Sistem Neurochemistry dan Mood Disorders

Salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap bipolar disorder adalah terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak.
Sebagai organ yang berfungsi menghantarkan rangsang, otak membutuhkan neurotransmitter (saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lainnya) dalam menjalankan tugasnya.
Norepinephrin, dopamine, dan serotonin adalah beberapa jenis neurotransmitter yang penting dalam penghantaran impuls syaraf. Pada penderita bipolar disorder, cairan-cairan kimia tersebut berada dalam keadaan yang tidak seimbang.
Sebagai contoh, suatu ketika seorang pengidap bipolar disorder dengan kadar dopamine yang tinggi dalam otaknya akan merasa sangat bersemangat, agresif, dan percaya diri. Keadaan inilah yang disebut fase mania. Sebaliknya dengan fase depresi.
Fase ini terjadi ketika kadar cairan kimia utama otak itu menurun di bawah normal, sehingga penderita merasa tidak bersemangat, pesimis, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri yang besar.
Seseorang yang menderita bipolar disorder menandakan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan behavioral activation system (BAS).
BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward (pencapaian tujuan) dari lingkungannya.
Hal ini dikaitkan dengan positive emotional states, karakteristik kepribadian seperti ekstrovert(bersifat terbuka), peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur.
Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur saraf dalam otak yang melibatkan dopamine dan perilaku untuk memperoleh reward.
Peristiwa kehidupan yang melibatkan reward atau keinginan untuk mencapai tujuan diprediksi meningkatkan episode mania tetapi tidak ada kaitannya dengan episode depresi.
Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada episode mania.

2. Sistem Neuroendokrin

Area limbik di otak berhubungan dengan emosi dan mempengaruhi hipotalamus.Hipotalamus berfungsi mengontrol kelenjar endokrin dan tingkat hormon yang dihasilkan. Hormon yang dihasilkan hipotalamus juga mempengaruhi kelenjar pituarity. Kelenjar ini terkait dengan gangguan depresi seperti gangguan tidur dan rangsangan selera. Berbagai temuan mendukung hal tersebut, bahwa orang yang depresi memiliki tingkat dari cortisol (hormon adrenocortical) yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh produksi yang berlebih dari pelepasan hormon rotropin oleh hipotalamus. Produksi yang berlebih dari cortisol pada orang yang depresi juga menyebabkan semakin banyaknya kelenjar adrenal. Banyaknya cortisol tersebut juga berhubungan dengan kerusakan pada hipoccampus dan penelitian juga telah membuktikan bahwa pada orang depresi menunjukkan hipoccampal yang tidak normal. Penelitian mengenai Cushing’s Syndrome juga dikaitkan dengan tingginya tingkat cortisol pada gangguan depresi

 

  • Lingkungan

Bipolar Disorder tidak memiliki penyebab tunggal. Tampaknya orang-orang tertentu secara genetik cenderung untuk bipolar disorder. Namun tidak semua orang dengan kerentanan mewarisi penyakit berkembang, menunjukkan bahwa gen bukanlah satu-satunya penyebab. Beberapa studi pencitraan otak menunjukkan perubahan fisik pada otak orang dengan bipolar disorder. Dalam penelitian lain disebutkan, poin ketidakseimbangan neurotransmitter, fungsi tiroid yang abnormal, gangguan ritme sirkadian, dan tingkat tinggi hormon stres kortisol. Faktor eksternal lingkungan dan psikologis juga diyakini terlibat dalam pengembangan bipolar disorder. Faktor-faktor eksternal yang disebut pemicu. Pemicu dapat memulai episode baru mania atau depresi atau membuat gejala yang ada buruk. Namun, banyak episode gangguan bipolar terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Penderita penyakit ini cenderung mengalami faktor pemicu munculnya penyakit yang melibatkan hubungan antar perseorangan atau peristiwa-peristiwa pencapaian tujuan (reward) dalam hidup. Contoh dari hubungan perseorangan antara lain jatuh cinta, putus cinta, dan kematian sahabat. Sedangkan peristiwa pencapaian tujuan antara lain kegagalan untuk lulus sekolah dan dipecat dari pekerjaan. Selain itu, seorang penderita bipolar disorder yang gejalanya mulai muncul saat masa ramaja kemungkinan besar mempunyai riwayat masa kecil yang kurang menyenangkan seperti mengalami banyak kegelisahan atau depresi. Selain penyebab diatas, alkohol, obat-obatan, dan penyakit lain yang diderita juga dapat memicu munculnya bipolar disorder.

Di sisi lain, keadaan lingkungan di sekitarnya yang baik dapat mendukung penderita gangguan ini sehingga bisa menjalani kehidupan dengan normal. Berikut ini adalah faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya BD, antara lain:

  1. Stress – peristiwa kehidupan Stres dapat memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan perubahan drastis atau tiba-tiba-baik atau buruk-seperti akan menikah, akan pergi ke perguruan tinggi, kehilangan orang yang dicintai, dipecat.
  2. Penyalahgunaan Zat – Meskipun penyalahgunaan zat tidak menyebabkan gangguan bipolar, itu dapat membawa pada sebuah episode dan memperburuk perjalanan penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan amphetamine dapat memicu mania, sedangkan alkohol dan obat penenang dapat memicu depresi.
  3. Obat – obat tertentu, terutama obat-obatan antidepresan, bisa memicu mania. Obat lain yang dapat menyebabkan mania termasuk obat flu over-the-counter, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan obat tiroid.
  4. Perubahan Musiman – Episode mania dan depresi sering mengikuti pola musiman. Manic episode lebih sering terjadi selama musim panas, dan episode depresif lebih sering terjadi selama musim dingin, musim gugur, dan musim semi (untuk negara dengan 4 musim).
  5. Kurang Tidur – Rugi tidur-bahkan sesedikit melewatkan beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania

 

Self-help untuk bipolar disorder

Sementara berurusan dengan bipolar disorder tidak selalu mudah, tidak harus menjalankan kehidupan Anda. Tetapi untuk sukses mengelola bipolar disorder, Anda harus membuat pilihan cerdas. gaya hidup Anda dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak yang signifikan terhadap suasana hati Anda. Baca terus untuk cara-cara untuk membantu diri Anda sendiri:

1. Dapatkan pendidikan tentang cara mengatasi gangguan.

Pelajari sebanyak yang Anda bisa tentang bipolar. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan berada dalam membantu pemulihan Anda sendiri.

2. Jauhkan stress.

Hindari stres tinggi dengan menjaga situasi keseimbangan antara pekerjaan dan hidup sehat, dan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.

3. Mencari dukungan

Sangat penting untuk memiliki orang yang dapat Anda berpaling untuk meminta bantuan dan dorongan. Cobalah bergabung dengan kelompok pendukung atau berbicara dengan teman yang dipercaya.

4. Buatlah pilihan yang sehat.

Sehat tidur, makan, dan berolahraga kebiasaan dapat membantu menstabilkan suasana hati Anda. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting.

5. Monitor suasana hati Anda.

Melacak gejala Anda dan perhatikan tanda-tanda bahwa suasana hati Anda berayun di luar kendali sehingga Anda dapat menghentikan masalah sebelum dimulai.